Pelatihan Hidroponik Berbasis Pekarangan untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Efikasi Diri Karang Taruna Desa Cintaratu
Abstrak
Pemanfaatan pekarangan melalui hidroponik berpotensi mendukung ketersediaan sayuran rumah tangga, tetapi penerapannya membutuhkan pengetahuan teknis dan keyakinan untuk memulai serta merawat sistem secara konsisten. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengevaluasi perubahan pengetahuan, efikasi diri penerapan, serta minat dan komitmen anggota Karang Taruna Desa Cintaratu setelah pelatihan hidroponik berbasis pekarangan. Evaluasi menggunakan rancangan satu kelompok pre-test-post-test pada 15 Juli 2026. Terkumpul masing-masing 25 respons pre-test dan post-test; sebanyak 22 pasangan dapat dicocokkan secara meyakinkan berdasarkan kode responden dan digunakan dalam analisis berpasangan. Instrumen terdiri atas 15 pernyataan berskala 1-5 yang dikelompokkan secara konseptual menjadi pengetahuan teknis, efikasi diri penerapan, serta minat dan komitmen tindak lanjut. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, koefisien alpha Cronbach, dan uji Wilcoxon signed-rank. Rerata skor keseluruhan meningkat dari 3,68±0,45 menjadi 4,19±0,54 (p=0,001; korelasi rank-biserial=0,84), dengan 17 dari 22 peserta mengalami peningkatan. Pengetahuan teknis meningkat dari 3,43±0,60 menjadi 4,17±0,52 (p<0,001), sedangkan efikasi diri penerapan meningkat dari 3,56±0,69 menjadi 4,16±0,58 (p=0,002). Minat dan komitmen telah tinggi sebelum pelatihan dan kenaikannya tidak signifikan, yaitu dari 4,04±0,46 menjadi 4,24±0,65 (p=0,116). Peningkatan terbesar terdapat pada pemahaman penanganan masalah hidroponik, cara kerja instalasi sederhana, penyemaian, dan pengelolaan nutrisi. Pelatihan efektif meningkatkan pengetahuan dan efikasi diri jangka pendek, tetapi tindak lanjut berupa kebun percontohan, pendampingan budidaya, dan pengukuran hasil panen diperlukan untuk memastikan perubahan perilaku serta dampak pangan dan ekonomi.

