EKOLEKSIKON BAHAN PENGOBATAN TRADISIONAL BATAK TOBA DI KABUPATEN TOBA
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi ekoleksikon bahan pengobatan tradisional Batak Toba di Kabupaten Toba, mendeskripsikan bentuk dan maknanya dalam perspektif ekolinguistik dialektika, serta menganalisis relasi dialektis yang tercermin dalam ekoleksikon tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap masyarakat Batak Toba di Kabupaten Toba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 30 ekoleksikon bahan pengobatan tradisional Batak Toba yang diklasifikasikan ke dalam enam domain ekologis, yaitu tanaman hutan, tanaman pekarangan, tanaman air/lahan basah, tanaman pertanian, tanaman liar/tepi jalan, dan tanaman perkebunan. Ekoleksikon tersebut memiliki bentuk dan makna yang berkaitan dengan lingkungan, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, manfaat pengobatan, serta cara pengolahannya. Dalam perspektif ekolinguistik dialektika, ekoleksikon menunjukkan hubungan antara dimensi biologis, sosiologis, dan ideologis. Dimensi biologis berkaitan dengan hubungan masyarakat dengan tumbuhan dan lingkungan alam; dimensi sosiologis berkaitan dengan pewarisan pengetahuan antargenerasi, sedangkan dimensi ideologis berkaitan dengan nilai, pandangan, dan kepercayaan masyarakat terhadap tumbuhan sebagai bagian dari kehidupan dan kearifan lokal. Dengan demikian, ekoleksikon bahan pengobatan tradisional Batak Toba merupakan bagian dari pengetahuan ekologis dan budaya yang perlu didokumentasikan dan dilestarikan.
Kata Kunci: Ekoleksikon, Ekolinguistik Dialektika, Pengobatan Tradisional, Batak Toba, Kabupaten Toba.

