STRATEGI UPTD KPH WILAYAH KABUPATEN SUMBA TIMUR DALAM MEMBANGUN KOLABORASI STAKEHOLDER DAN MENGATASI TANTANGAN PENGELOLAAN HUTAN (Studi Kasus Di Desa Wanga, Kecamatan Umalulu)

  • Apolonia Susanti Lende Universitas Negeri Medan
  • Nixon Rammang Universitas Negeri Medan
  • Roni H. Sipayung Universitas Negeri Medan
  • Bertila Avila Delvion Universitas Negeri Medan

Abstrak

Hutan memiliki fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta menunjang kesejahteraan masyarakat, sehingga dibutuhkan kolaborasi antarpemangku kepentingan (stakeholders) untuk mengatasi berbagai tantangan pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola hubungan antar Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sumba Timur dalam pengelolaan hutan di Desa Wanga, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas kolaborasi, serta merumuskan strategi kolaborasi antara UPTD KPH Sumba Timur dan masyarakat Desa Wanga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling yang melibatkan UPTD KPH Sumba Timur, pemerintah desa, tokoh adat, masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan penyuluh kehutanan. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan matriks Internal Factors Analysis Summary (IFAS), External Factors Analysis Summary (EFAS), dan analisis
Kata kunci: Kolaborasi Stakeholder, UPTD KPH Sumba Timur, Pengelolaan Hutan

Diterbitkan
2026-07-02