IDENTIFIKASI KERUSAKAN BIBIT MAHONI (Swietenia macrophylla King) AKIBAT SERANGAN HAMA DI PERSEMAIAN PERMANEN WAI RASA, KABUPATEN SUMBA TENGAH
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kerusakan, frekuensi serangan hama, intensitas serangan, dan tingkat kerusakan pada bibit mahoni (Swietenia macrophylla King) di Persemaian Permanen Wai Rasa, Kabupaten Sumba Tengah. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif, pengambilan sampel dilakukan pada 100 bibit yang ditentukan melalui rumus Slovin. Teknik pengumpulan data mengandalkan observasi langsung untuk mencatat jenis kerusakan serta penghitungan skor berdasarkan tingkat keparahan serangan. Analisis data dilakukan dengan menghitung frekuensi bibit terserang kerusakan (FkF_kFk), frekuensi bibit terserang hama (FsF_sFs), serta intensitas serangan (III) mengacu pada formula Singh dan Mishra (1992) dalam Mardji (2000). Hasil penelitian menemukan enam jenis kerusakan utama pada bibit, meliputi daun berlubang (16 bibit), pucuk patah (10 bibit), daun gugur (11 bibit), batang patah (2 bibit), daun rontok (5 bibit), serta bibit mati (8 bibit). Adapun hama yang teridentifikasi mencakup siput (Achatina fulica), belalang (Valanga nigricornis), ulat (Lepidoptera sp.), walang sangit (Leptocorisa acuta), semut hitam (Dolichoderus thoracius), dan penggerek pucuk (Hypsipyla robusta). Hasil analisis menunjukkan frekuensi bibit terserang kerusakan (FkF_kFk) mencapai 60%, sedangkan frekuensi bibit terserang serangga hama (FsF_sFs) sebesar 25%. Nilai intensitas serangan sebesar 25% diklasifikasikan sebagai kategori rusak ringan berdasarkan kriteria Mardji (2003). Meskipun siput mendominasi pengamatan selama delapan minggu, organisme ini tidak dihitung dalam FsF_sFs karena dikategorikan sebagai moluska. Secara keseluruhan, meski proporsi bibit yang mengalami kerusakan fisik mencapai 60%, tingkat kerusakan serangan hama di Persemaian Permanen Wai Rasa masih tergolong ringan; namun demikian, perlindungan intensif pada bagian vegetatif seperti daun dan pucuk tetap krusial untuk mempertahankan mutu bibit hingga siap didistribusikan ke lapangan.
Kata Kunci: Bibit Mahoni, Kerusakan, Serangan Hama, Persemaian Permanen, Sumba Tengah

