Analisis Pengaruh Ekspor, GDP, Kurs, dan Infalasi Terhadap Jumlah Uang Beredar Di Indonesia Tahun 1993-2024
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekspor, Produk Domestik Bruto (PDB), nilai tukar, dan inflasi terhadap jumlah uang beredar (M2) di Indonesia selama periode 1993–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder time series tahunan yang diperoleh dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), dan World Bank. Metode analisis yang digunakan adalah Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk mengestimasi hubungan jangka pendek dan jangka panjang antarvariabel. Hasil uji Augmented Dickey-Fuller (ADF) menunjukkan bahwa variabel jumlah uang beredar, ekspor, GDP, dan nilai tukar terintegrasi pada orde pertama atau I(1), sedangkan inflasi stasioner pada tingkat level atau I (0). Selanjutnya, hasil Bounds Test menunjukkan adanya hubungan kointegrasi jangka panjang antarvariabel. Hasil estimasi menunjukkan bahwa ekspor dan GDP berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah uang beredar dalam jangka panjang, sedangkan inflasi berpengaruh negatif. Sementara itu, nilai tukar memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan secara statistik terhadap jumlah uang beredar. Dalam jangka pendek, ekspor berpengaruh positif terhadap jumlah uang beredar, sedangkan GDP dan inflasi berpengaruh negatif terhadap jumlah uang beredar. Selain itu, koefisien Error Correction Term (ECT) bernilai negatif dan signifikan, yang menunjukkan adanya proses penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspor, PDB, dan inflasi memiliki peran penting dalam memengaruhi perkembangan jumlah uang beredar di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang efektif antara kebijakan moneter dan stabilitas makroekonomi guna menjaga stabilitas perekonomian di Indonesia.


