Krisis Spiritualitas Sebagai Akar Lemahnya Akuntabilitas Publik: Analisis Asumsi Dasar Dan Tujuan Laporan Keuangan Berdasarkan Kitab Amsal
Abstract
Fenomena manipulasi laporan keuangan dan rendahnya akuntabilitas publik seringkali
dipandang sebatas kegagalan sistem pengawasan atau lemahnya regulasi teknis. Namun, penelitian
ini berargumen bahwa akar permasalahan sesungguhnya terletak pada dimensi spiritual, yaitu krisis
pengenalan manusia akan Tuhan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana hubungan
manusia dengan Allah memengaruhi integritas dalam pelaporan keuangan dengan menggunakan
hikmat dari Kitab Amsal sebagai kerangka analisis. Metode yang digunakan adalah studi pustaka
dengan pendekatan analisis kualitatif deskriptif terhadap teks-teks hikmat dalam Kitab Amsal yang
relevan dengan kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab. Analisis dilakukan dengan meninjau
kembali asumsi dasar akuntansi dan tujuan laporan keuangan melalui kacamata teologis. Hasil
analisis menunjukkan bahwa ketika manusia jauh dari Allah, terjadi pergeseran asumsi dasar dari
"takut akan Tuhan" menjadi "pemujaan terhadap materi," yang memicu perilaku tidak etis.
Berdasarkan Kitab Amsal, transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar kewajiban profesional,
melainkan bentuk penyembahan kepada Tuhan yang menuntut "batu timbangan yang tepat" (Amsal
11:1). Artikel ini menyimpulkan bahwa perbaikan akuntabilitas publik yang berkelanjutan tidak
dapat dicapai hanya melalui penguatan sistem eksternal, melainkan harus dimulai dari restorasi
spiritualitas individu. Penekanan utama diletakkan pada transformasi hati manusia sebagai agen
pelapor agar laporan keuangan yang dihasilkan mencerminkan kebenaran dan keadilan yang hakiki


