Analisis Work Stress Dan Job Burnout Terhadap Turnover Intention Karyawan Ritel

  • Rinrin Ote Fianury Universitas Langlangbuana
  • Inne Satyawisudarini Universitas Langlangbuan, Bandung
  • Rizky Ferrari Octavian Universitas Langlangbuan, Bandung
Keywords: work stress, job burnout, turnover intention, karyawan ritel, sumber daya manusia, Alfaria Trijaya

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work stress dan job burnout terhadap turnover intention karyawan ritel pada PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Cabang Bandung Area Soreang. Permasalahan turnover intention menjadi perhatian penting karena tekanan kerja, tuntutan target, beban kerja, serta kelelahan fisik dan emosional dapat memengaruhi keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 35 responden karyawan ritel. Teknik analisis data dilakukan melalui uji validitas, uji reliabilitas, analisis deskriptif, dan analisis verifikatif untuk mengetahui hubungan serta pengaruh antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel. Secara deskriptif, work stress berada pada kategori cukup baik, sedangkan job burnout dan turnover intention menunjukkan adanya kecenderungan yang perlu diperhatikan oleh perusahaan. Penelitian ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tekanan kerja dan kelelahan kerja yang dirasakan karyawan, maka semakin besar kecenderungan munculnya turnover intention. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan pengelolaan beban kerja, sistem kerja, dukungan atasan, serta kesejahteraan psikologis karyawan untuk menekan keinginan keluar dari pekerjaan.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-07-01
How to Cite
Ote Fianury, R., Satyawisudarini, I., & Octavian, R. F. (2026). Analisis Work Stress Dan Job Burnout Terhadap Turnover Intention Karyawan Ritel. IKRAITH-EKONOMIKA, 9(2), 1361-1375. https://doi.org/10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.6760