Transformasi Penganggaran Sekolah Berbasis Digital dalam Mewujudkan Tata Kelola Keuangan Pendidikan yang Transparan dan Akuntabel: Systematic Literature Review
Abstract
Pengelolaan keuangan sekolah merupakan salah satu pilar utama tata kelola pendidikan yang baik (good governance), sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menegaskan prinsip keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan. Praktik penganggaran sekolah yang masih bersifat manual selama ini rentan terhadap keterlambatan pelaporan, kesalahan pencatatan, dan penyalahgunaan dana. Kehadiran platform digital seperti Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mendorong transformasi penganggaran sekolah ke arah yang lebih transparan dan akuntabel. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis bagaimana transformasi digital
dalam penganggaran sekolah berkontribusi terhadap transparansi dan akuntabilitas tata kelola keuangan pendidikan, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi optimalisasinya. Kajian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menelusuri artikel pada basis data Google Scholar, Garuda, DOAJ, dan jurnal terakreditasi SINTA yang terbit pada rentang tahun 2016–2026,menggunakan kata kunci seperti “penganggaran sekolah digital”, “ARKAS”, dan “transparansi akuntabilitas keuangan sekolah”. Setelah melalui proses penyaringan judul, abstrak, dan kelayakan teks penuh, sebanyak 16 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi penganggaran sekolah, khususnya melalui ARKAS, berkontribusi nyata terhadap peningkatan transparansi melalui keterbukaan akses informasi keuangan secara daring dan real time, serta memperkuat akuntabilitas melalui pendokumentasian yang terstruktur dan dapat ditelusuri. Meskipun demikian, keberhasilan transformasi ini masih dibayangi oleh kesenjangan infrastruktur teknologi antarwilayah, rendahnya literasi digital pengelola keuangan sekolah, resistensi terhadap perubahan, dan isu keamanan data. Kajian ini merekomendasikan penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemerataan infrastruktur, serta kebijakan yang adaptif sebagai langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola keuangan pendidikan yang transparan dan akuntabel secara berkelanjutan.
Kata kunci: penganggaran sekolah; digitalisasi; transparansi; akuntabilitas; tata kelola keuangan pendidikan


