Under Invoicing dalam Perdagangan Internasional: Tinjauan Literatur mengenai Dampaknya terhadap Perekonomian Makro dan Kebijakan Pengawasan Perdagangan di Indonesia

  • Nuraifa Umaya Santi Insitut Agama Islam Negeri Bone
  • Restiara Oktaviana Resti Insitut Agama Islam Negeri Bone
  • Muh. Imran Insitut Agama Islam Negeri Bone
  • Otong Karyono Insitut Agama Islam Negeri Bone
Kata Kunci: Under Invoicing, Perdagangan Internasional, Ekonomi Makro, Trade Misinvoicing, Kebijakan Perdagangan.

Abstrak

Praktik under invoicing merupakan salah satu bentuk manipulasi nilai transaksi dalam perdagangan internasional yang dilakukan dengan mencantumkan nilai barang lebih rendah daripada nilai transaksi yang sebenarnya. Praktik ini bertujuan untuk mengurangi kewajiban pembayaran bea masuk, pajak impor, maupun pengawasan terhadap arus devisa sehingga berpotensi menimbulkan berbagai kerugian bagi negara. Dalam konteks perekonomian makro, under invoicing tidak hanya mengurangi penerimaan negara, tetapi juga memengaruhi akurasi statistik perdagangan, stabilitas nilai tukar, cadangan devisa, iklim investasi, serta efektivitas kebijakan fiskal dan perdagangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik under invoicing dalam perdagangan internasional, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong terjadinya praktik tersebut, serta mengkaji dampaknya terhadap perekonomian makro dan kebijakan pengawasan perdagangan di Indonesia.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian sekunder dengan pendekatan literature review. Data diperoleh melalui telaah sistematis terhadap berbagai sumber ilmiah yang meliputi jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus, jurnal nasional terakreditasi SINTA, laporan lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF), World Bank, World Trade Organization (WTO), Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), serta regulasi yang berlaku di Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui proses identifikasi, komparasi, sintesis, dan interpretasi terhadap temuan-temuan penelitian terdahulu.

Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik under invoicing dipengaruhi oleh kombinasi faktor ekonomi, kelemahan sistem pengawasan, asimetri informasi, serta adanya peluang regulasi yang dimanfaatkan oleh pelaku perdagangan. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa penurunan penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan perpajakan, tetapi juga menyebabkan distorsi data perdagangan internasional, berkurangnya cadangan devisa, meningkatnya risiko trade misinvoicing, terganggunya efektivitas kebijakan ekonomi makro, serta menurunnya tingkat kepercayaan investor terhadap tata kelola perdagangan. Oleh karena itu, penguatan sistem pengawasan perdagangan melalui pemanfaatan teknologi digital, integrasi data antarinstansi, penerapan manajemen risiko, serta peningkatan kerja sama internasional dalam pertukaran informasi perdagangan menjadi langkah strategis dalam meminimalkan praktik under invoicing di Indonesia.

Kata kunci :  Under Invoicing, Perdagangan Internasional, Ekonomi Makro, Trade Misinvoicing, Kebijakan Perdagangan.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2026-07-15