Pengaruh Beban Kerja dan Stres Kerja terhadap Burnout Pada Pegawai Salah Satu Instansi Pemerintah di Kota Bandung

  • Farhan Nurkholis Sabiq Universitas Indonesia Membangun
  • Andhika Mochamad Siddiq Universitas Indonesia Membangun
  • Arie Hendra Saputro Universitas Indonesia Membangun
Kata Kunci: Beban Kerja; Stres Kerja; Burnout

Abstrak

Penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya jumlah pegawai yang melaksanakan pekerjaan lembur dengan durasi kerja yang relatif tinggi. Kondisi tersebut dapat mengurangi kesempatan pegawai untuk memulihkan kondisi fisik dan psikologis, sehingga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya burnout. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat burnout, beban kerja, dan stres kerja pada pegawai, sekaligus menguji pengaruh beban kerja dan stres kerja terhadap burnout di salah satu instansi pemerintah di Kota Bandung. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 100 orang pegawai sebagai responden yang dipilih melalui penyebaran kuesioner. Analisis terhadap data penelitian dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa beban kerja, stres kerja, dan burnout yang dialami responden berada pada kategori cukup tinggi. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa beban kerja dan stres kerja masing-masing memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap burnout, yang dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Pengujian yang dilakukan secara simultan juga memperlihatkan bahwa kedua variabel tersebut secara bersama-sama berkontribusi signifikan terhadap tingkat burnout. Kemampuan model dalam menjelaskan variasi burnout ditunjukkan oleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,735, yang berarti 73,5% perubahan burnout dapat diterangkan oleh beban kerja dan stres kerja. Sementara itu, 26,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan beban kerja maupun stres kerja cenderung diikuti oleh meningkatnya tingkat burnout pada pegawai. Berdasarkan hasil tersebut, organisasi disarankan menerapkan pembagian beban kerja yang lebih proporsional serta memperkuat upaya pengelolaan stres kerja melalui kebijakan dan program yang tepat, sehingga potensi terjadinya burnout dapat ditekan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2026-07-22