Aplikasi Model APC (American Productivity Center) Sebagai Penentu Fokus Perbaikan Produktivitas

  • Novrigent Novrigent Universitas Persada Indonesia - Y.A.I

Abstrak

Persaingan yang ketat dalam industri sejenis membuat setiap perusahaan harus dapat bersaing
dan selalu berusaha untuk menjadi yang terdepan. Untuk itu, setiap perusahaan harus
mengetahui bagaimana kondisi produktivitas perusahaannya. Kebanyakan perusahaan
memandang kemajuan perusahaan hanya dari sisi keuntungan saja. PT. X sebagai salah satu
perusahaan yang sedang berkembang belum melakukan pengukuran produktivitas pada
perusahaan. Oleh karena itu dilakukan penelitian dan pengukuran untuk menentukan fokus
perbaikan produktivitas pada perusahaan.
Model APC (Pusat Produktivitas Amerika) adalah sebuah model pengukuran produktivitas yang
dilakukan dengan menghubungkan produktivitas dengan profitabilitas dan faktor perbaikan
harga. Rasio produktivitas memberikan sebuah indikasi dari jumlah sumber daya yang
digunakan untuk menghasilkan keluaran perusahaan. Dalam model ini, kuantitas dari keluaran
dan masukan dari tiap periode dikalikan dengan harga periode dasar untuk mendapatkan indeks
produktivitas. Kuantitas dari keluaran dan masukan dari tiap periode dikalikan dengan harga
periode sekarang untuk mendapatkan indeks profitabilitas. Indeks perbaikan harga adalah rasio
dari indek profitabilitas dan indeks produktivitas. APC menganalisa fokus pengembangan
produktivitas dari tiga aspek tersebut.
Pengukuran produktivitas pada PT. X menunjukkan bagaimana produktivitas tenaga kerja
mengalami penurunan dari semester ketiga ke semester terakhir (-0,493%) sedangkan
produktivitas dari input lain terus mengalami peningkatan. Indeks profitabilitas tenaga kerja juga
mengalami penurunan ((100 - 95,118 - 82,011 - 81,220). Perbaikan harga juga berpengaruh pada
indeks pada setiap periodenya.
Kesimpulannya adalah input tenaga kerja persahaan ditetapkan menjadi fokus perbaikan
produktivitas perusahaan. Perusahaan harus segera memulai mengukur produktivitasnya. Hal ini
sangat penting untuk mengetahui input mana yang tidak efisien dalam penggunaannya pada
periode-periode berikutnya.

Diterbitkan
2021-01-11