Analisis Penurunan Emisi Karbon Dan Peningkatan Efesiensi Biaya Distribusi Dengan Sistem Pipanisasi di Fuel Terminal Cikampek

  • Addy Raharja Politeknik Energi dan Mineral AKAMIGAS,Cepu
  • Natasya Sondang Panjaitan Universitas Pertamina, Jakarta Selatan

Abstrak

Distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia, khususnya produk Pertamina Dex, masih
banyak bergantung pada moda transportasi darat seperti mobil tangki yang memiliki berbagai
keterbatasan, antara lain risiko keterlambatan pengiriman, tingginya konsumsi energi, dan kontribusi
signifikan terhadap emisi karbon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem
pipanisasi dalam menurunkan emisi karbon guna mendukung implementasi green logistics,
mengevaluasi dampaknya terhadap efisiensi biaya distribusi Pertamina Dex, serta mengidentifikasi
hambatan teknis dan non-teknis yang dihadapi dalam implementasinya di Fuel Terminal Cikampek.
Metode yang digunakan mencakup pendekatan kuantitatif melalui analisis konsumsi energi,
konversi emisi karbon berdasarkan standar IPCC, serta perhitungan efisiensi biaya antara moda
mobil tangki dan pipanisasi. Selain itu, pendekatan kualitatif dilakukan melalui analisis Failure
Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi potensi risiko operasional dan menilai
efektivitas solusi atas kendala kapasitas dan moda penerimaan produk. Evaluasi alternatif solusi
dilakukan dengan mempertimbangkan aspek biaya, durasi implementasi, dampak keselamatan dan
lingkungan (HSSE), serta kontribusinya terhadap praktik green logistics. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pipanisasi mampu menurunkan emisi karbon secara signifikan dari 2.302,5 kg
CO₂/bulan menjadi 116,64 kg CO₂/bulan, serta meningkatkan efisiensi biaya distribusi hingga 85%.
Selain itu, penerapan pipanisasi melalui jalur dedicated dinilai mampu memperkuat ketahanan
pasokan dengan mengurangi ketergantungan pada moda darat tunggal dan meminimalkan risiko
keterlambatan suplai. Temuan ini mendukung rekomendasi implementasi pipanisasi sebagai
langkah strategis dalam mewujudkan logistik migas yang efisien, andal, dan berkelanjutan.

Diterbitkan
2026-10-01