Analisis Pengaruh Kepemilikan Manajerial Terhadap Financial Distress Pada Perusahaan Barang Konsumsi Di BEI
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh kepemilikan manajerial terhadap kemungkinan
terjadinya financial distress pada perusahaan sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder
yang bersumber dari laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan selama periode 2016 sampai
2023. Penentuan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling dan menghasilkan 173
observasi perusahaan tahun yang sesuai dengan kriteria penelitian. Variabel financial distress diukur
menggunakan Interest Coverage Ratio, sedangkan kepemilikan manajerial diukur berdasarkan
proporsi saham yang dimiliki oleh pihak manajemen dibandingkan dengan total saham yang beredar.
Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan telah memenuhi kelayakan model,
sebagaimana ditunjukkan oleh uji Hosmer Lemeshow dengan nilai signifikansi sebesar 0,635. Nilai
Nagelkerke R Square sebesar 0,017 mengindikasikan bahwa kepemilikan manajerial hanya mampu
menjelaskan 1,7 persen variasi potensi financial distress. Hasil pengujian koefisien regresi
memperlihatkan bahwa kepemilikan manajerial memiliki arah hubungan positif, namun tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap potensi financial distress. Temuan ini menunjukkan bahwa
kepemilikan saham oleh manajemen belum menjadi faktor yang cukup kuat dalam menjelaskan
kondisi kesulitan keuangan pada perusahaan sektor barang konsumsi. Oleh karena itu, penelitian
selanjutnya perlu mempertimbangkan faktor lain seperti leverage, profitabilitas, likuiditas, efisiensi
operasional, serta mekanisme tata kelola perusahaan.
