Pandangan Mahasiswa Universitas Negeri Medan terhadap Konsep Childfree dalam Perspektif Islam

  • Cindy Ramadhani Universitas Negeri Medan
  • Putri Isnaini Universitas Negeri Medan
  • Aghniya Rahmi Universitas Negeri Medan
Keywords: Childfree, Mahasiswa, Perspektif Islam, Hukum Keluarga Islam, Maqashid Syariah

Abstract

Fenomena childfree, yaitu keputusan individu atau pasangan suami istri untuk tidak memiliki anak secara sadar, semakin berkembang di kalangan generasi muda, termasuk mahasiswa Muslim. Perkembangan ini memunculkan perdebatan karena dalam ajaran Islam pernikahan tidak hanya dipahami sebagai ikatan sosial dan emosional, tetapi juga memiliki tujuan menjaga keberlangsungan keturunan (hifz al-nasl) sebagai bagian dari maqashid syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan mahasiswa terhadap konsep childfree dalam perspektif Islam serta faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya pandangan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode survei melalui penyebaran angket dan studi literatur. Secara normatif, Islam mendorong keberadaan keturunan sebagai salah satu tujuan pernikahan sebagaimana dijelaskan dalam kajian fikih keluarga Islam (Az-Zuhaili; Sabiq) dan teori maqashid syariah (Auda). Namun,
dinamika sosial modern menghadirkan pertimbangan baru seperti kesiapan ekonomi, kesehatan mental, karier, dan kebebasan individu dalam menentukan pilihan hidup (Kodir; Mubaddilah). Hasil kajian menunjukkan bahwa pandangan mahasiswa terbagi menjadi tiga kecenderungan utama, yaitu menolak konsep childfree, menerima secara bersyarat, dan memandangnya sebagai pilihan personal selama tidak bertentangan dengan prinsip syariat. Temuan ini menunjukkan adanya dinamika pemahaman keagamaan mahasiswa dalam merespons isu keluarga kontemporer antara nilai normatif Islam dan realitas sosial modern.
Kata Kunci: Childfree, Mahasiswa, Perspektif Islam, Hukum Keluarga Islam, Maqashid Syariah.

Published
2026-03-01