Framing Wacana Personalisasi Berita Berbasis Kecerdasan Buatan dalam Jurnalisme Digital Indonesia
Abstract
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah mentransformasi lanskap jurnalisme digital, terutama melalui sistem personalisasi konten berbasis algoritma yang menyajikan berita sesuai preferensi pengguna. fenomena ini memunculkan kekhawatiran terkait keberagaman informasi, kredibilitas berita, dan etika jurnalistik. Penelitian ini mengkaji media online Indonesia membingkai fenomena personalisasi berita berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam praktik jurnalisme digital. Berbeda dari studi sebelumnya yang berfokus pada aspek teknologi atau persepsi pengguna, penelitian ini menempatkan media sebagai aktor konstruksi realitas. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis framing model Entman, penelitian ini menganalisis 45 artikel dari Kompas.com, Detik.com, Tirto.id, dan CNNIndonesia.com pada periode Januari 2024 hingga Maret 2026. Hasil penelitian menunjukkan empat pola framing dominan: (1) personalisasi sebagai inovasi teknologi yang meningkatkan efisiensi konsumsi informasi; (2) personalisasi sebagai ancaman terhadap keberagaman informasi dan demokrasi publik; (3) personalisasi sebagai sumber krisis kepercayaan akibat ketidaktransparanan algoritma; dan (4) personalisasi sebagai isu tata kelola etis yang membutuhkan regulasi dan kolaborasi manusia–AI. Temuan ini menegaskan bahwa wacana personalisasi AI dalam jurnalisme bersifat ambivalen dan mencerminkan dialektika antara logika teknologi dan nilai-nilai jurnalistik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi framing dalam konteks teknologi digital serta menawarkan implikasi praktis bagi media, regulator, dan publik dalam mengelola penggunaan AI secara bertanggung jawab.

