Gambaran Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Puskesmas Remboken Kabupaten Minahasa
Abstract
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan aspek krusial dalam penyelenggaraan pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan K3 di Puskesmas Remboken Kabupaten Minahasa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 7 informan yang terdiri dari Kepala Puskesmas, dokter, dua perawat, petugas laboratorium, koordinator K3, dan cleaning service. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 di Puskesmas Remboken telah berjalan dengan adanya kebijakan formal, pembentukan tim K3, penggunaan APD, dan prosedur cuci tangan. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena masih terdapat kendala berupa ketidakkonsistenan penggunaan APD, keterbatasan sarana, serta kurangnya pelatihan dan monitoring yang rutin. Faktor pendukung utama adalah komitmen manajemen dan ketersediaan fasilitas dasar, sedangkan faktor penghambat meliputi rendahnya kedisiplinan tenaga kesehatan, tingginya beban kerja, keterbatasan anggaran, serta belum meratanya pelatihan K3 bagi seluruh tenaga kerja. Diperlukan penguatan sistem monitoring, pelatihan K3 yang rutin, dan peningkatan alokasi anggaran untuk optimalisasi implementasi K3 di Puskesmas Remboken.

