Self-compassion sebagai Faktor Protektif terhadap Stres Kerja pada Pekerja Sosial Kesehatan Mental

  • 𝐑𝐨𝐳𝐚 𝐄𝐥𝐦𝐚𝐧𝐢𝐤𝐚 𝐏𝐮𝐭𝐫𝐢 Universitas Islam Sumatera Barat
  • 𝐑𝐮𝐫𝐢 𝐇𝐚𝐧𝐝𝐚𝐲𝐚𝐧𝐢 Universitas Islam Sumatera Barat
Keywords: Self-Compassion, Stres Kerja, Pekerja Sosial, Gangguan Jiwa

Abstract

Pekerja sosial yang menangani individu dengan gangguan psikososial dan permasalahan mental di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa menghadapi tantangan kerja yang besar, seperti beban emosional yang intens dan tuntutan kesiapsiagaan tinggi, yang berisiko memicu stres kerja. Salah satu faktor internal yang diduga dapat memitigasi dampak buruk tersebut adalah self-compassion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat stres kerja, tingkat self-compassion, serta peran Self-compassion terhadap stres kerja pada pekerja sosial tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja sosial cenderung mengalami tingkat stres kerja yang cukup tinggi. Sementara itu, tingkat Self-compassion responden mayoritas berada pada kategori sedang (73%), diikuti kategori rendah (14%), dan tinggi (13%). Analisis data menunjukkan bahwa Self-compassion memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap stres kerja (p < 0,001 ; β = -0,060). Self-compassion terbukti berperan sebagai faktor pelindung (faktor protektif) psikologis dan strategi coping yang efektif bagi pekerja sosial dalam menghadapi tekanan pekerjaan

Published
2026-07-15
How to Cite
𝐏𝐮𝐭𝐫𝐢𝐑. 𝐄., & 𝐇𝐚𝐧𝐝𝐚𝐲𝐚𝐧𝐢𝐑. (2026). Self-compassion sebagai Faktor Protektif terhadap Stres Kerja pada Pekerja Sosial Kesehatan Mental. IKRA-ITH HUMANIORA : Jurnal Sosial Dan Humaniora, 10(2), 1566-1574. https://doi.org/10.37817/ikraith-humaniora.v10i2.7140