Komunikasi Digital Multiplatform Krontjong Toegoe dalam Merawat Keberlanjutan Musik Keroncong

  • Joachim David Magetanapuang Universitas Persada Indonesia Y.A.I
  • Siti Komsiah Universitas Persada Indonesia Y.A.I
  • Woro Harkandi Kencana Universitas Persada Indonesia Y.A.I
  • Dewi Maharani Rachamaningsih Universitas Persada Indonesia Y.A.I
Keywords: KomunikasiDigital;Krontjong Toegoe;Mediatisasi; PelestarianMultiplatform; KeberlanjutanMusik Tradisional

Abstract

Krontjong Toegoe merupakan salah satu warisan budaya takbenda tertua di Jakarta yang mengusung sejarah akulturasi musik Portugis-Kreol abad ke-17 di Kampung Tugu. Kendati demikian, pergeseran konsumsi media ke ekosistem digital berbasis algoritma menjadi tantangan eksistensial bagi keberlanjutan musik keroncong di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untukmengkaji bagaimana strategi komunikasi digital multiplatform Krontjong Toegoe melalui Instagram, YouTube, TikTok, Spotify, dan situs web resmi dalammerawat keberlanjutan musik keroncong.Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilandasiTeoriMediatisasi, IntegratedMarketing Communication (IMC), danKonvergensiMedia, data dikumpulkanmelalui wawancara mendalam dengan pihak pengelola, observasi netnografi, serta analisis matriks performa analitik lintas platform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Krontjong Toegoe menerapkan pembagian fungsi multiplatform secara sistematis: TikTok dan Instagram Reels difungsikan sebagai saluran top-of-funnel untuk jangkauan visual pendek (jangkauan non-follower Instagram mencapai 73,6%; lalu lintas FYP TikTok sebesar 81%); YouTube berfungsi sebagai arsip video durasi panjang (189,2K tayangan); Spotify sebagai sarana distribusi audio berkelanjutan (14,9K pendengar dengan 85% demografi muda); dan situs web sebagai pusat validitas institusional. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia yang terspesialisasi, Krontjong Toegoe tetap menjaga autentisitas budaya melalui pendekatan musik hibrida yang membalut lagu-lagu populer modern dengan instrumen khas Keroncong Tugu. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris mengenai bagaimana pelaku budaya tradisional memanfaatkan ekosistem digital untuk memperluas batas audiens tanpa mengorbankan identitas warisannya.

Published
2026-11-01
How to Cite
Magetanapuang, J. D., Komsiah, S., Kencana, W. H., & Rachamaningsih, D. M. (2026). Komunikasi Digital Multiplatform Krontjong Toegoe dalam Merawat Keberlanjutan Musik Keroncong. IKRA-ITH HUMANIORA : Jurnal Sosial Dan Humaniora, 10(3), 56-67. Retrieved from https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-humaniora/article/view/7619