Malang Creative Center sebagai Media Kota Kreatif: Ekosistem Talenta, Ruang Publik, dan Komunikasi Pembangunan untuk SDG 11
Abstrak
Pengembangan kota kreatif menuntut keberadaan ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai medium sosial dan komunikasi pembangunan. Artikel ini membahas Malang Creative Center (MCC) sebagai media kota kreatif dalam kerangka kota kreatif sebagai sistem sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana MCC berperan sebagai ruang publik kreatif, ekosistem pengembangan talenta, serta instrumen komunikasi pembangunan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 11. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksploratoris. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur, termasuk analisis hasil diskusi kelompok terarah (FGD) terkait pengembangan kota kreatif dan city branding Kota Malang. Analisis data dilakukan secara interpretatif-tematik untuk menangkap dinamika sosial dan makna yang dilekatkan pada MCC oleh para aktor kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MCC dipahami bukan sekadar sebagai fasilitas fisik, melainkan sebagai ruang publik strategis yang memfasilitasi interaksi lintas komunitas, sektor, dan generasi. MCC berfungsi sebagai media kota yang mengartikulasikan identitas, nilai, dan arah pembangunan kota kreatif melalui praktik ruang dan aktivitas keseharian. Selain itu, MCC dipandang sebagai investasi sumber daya manusia yang memperkuat ekosistem talenta dan ketahanan kota kreatif. Namun, penelitian juga menemukan tantangan komunikasi pembangunan, terutama terkait kesenjangan pemahaman dan potensi eksklusi sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ruang publik kreatif seperti MCC memiliki peran strategis sebagai media komunikasi pembangunan dalam sistem sosial kota kreatif. Dengan pengelolaan yang inklusif dan berkelanjutan, MCC berpotensi menjadi fondasi penting bagi pencapaian SDG 11 melalui penguatan kesejahteraan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat perkotaan.

