Singularity dan Masa Depan Praktik Manajemen: Telaah Konseptual dalam Perspektif Organisasir
Abstrak
Konsep singularity, yang merujuk pada titik di mana kecerdasan buatan melampaui kapasitas kognitif manusia, telah menjadi salah satu diskursus paling berpengaruh dalam kajian teknologi dan organisasi kontemporer. Dalam konteks manajemen, singularity menantang asumsi dasar mengenai peran manusia, struktur pengambilan keputusan, serta hakikat kepemimpinan dan kontrol dalam organisasi modern. Artikel ini bertujuan untuk menelaah secara konseptual implikasi singularity terhadap masa depan praktik manajemen dalam perspektif organisasi melalui pendekatan kajian literatur. Kajian ini mensintesis pemikiran lintas disiplin yang mencakup teori manajemen, studi organisasi, kecerdasan buatan, dan etika teknologi untuk memahami bagaimana akselerasi teknologi cerdas berpotensi mentransformasi fungsi-fungsi manajerial seperti perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Hasil telaah menunjukkan bahwa singularity mendorong pergeseran praktik manajemen dari pendekatan human-centered menuju bentuk manajemen berbasis algoritma, data besar, dan sistem otonom, yang membawa peluang efisiensi sekaligus risiko kehilangan kendali organisasi dan krisis legitimasi manajerial. Artikel ini menyimpulkan bahwa masa depan praktik manajemen akan ditentukan oleh kemampuan organisasi mengintegrasikan kapabilitas teknologi dengan nilai-nilai humanistik, etika, dan tata kelola yang adaptif.

