Optimasi Celah Geometrik Ripple Mill dalam Menyeimbangkan Efisiensi Pemecahan Biji dan Integritas Inti Sawit di PKS Bah Jambi
Abstrak
Dalam proses ekstraksi minyak kelapa sawit, efisiensi unit ripple mill sangat krusial untuk
memaksimalkan perolehan inti (kernel) sekaligus meminimalkan kehilangan (losses).
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak jarak antara rotor bar dan ripple plate
terhadap efisiensi pemecahan dan mutu inti di PKS Bah Jambi. Pengujian eksperimental
dilakukan pada kondisi operasi industri normal dengan memvariasikan jarak rotor bar–ripple
plate pada empat nilai: 8 mm, 9 mm, 10 mm, dan 11 mm. Sampel cracked mixture seberat 1000
gram diambil untuk setiap variasi dan dipisahkan secara manual menjadi lima fraksi: biji utuh,
biji pecah, inti utuh, inti pecah, dan cangkang untuk menghitung efisiensi pemecahan dan
persentase massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa celah geometrik secara nyata
mengendalikan mutu dan efisiensi pemecahan biji. Pelebaran jarak dari 8 mm ke 11 mm
menyebabkan penurunan efisiensi pemecahan yang signifikan dari 98,05% menjadi 94,57%,
sehingga tidak lagi memenuhi standar minimal pabrik sebesar 97%. Meskipun jarak yang lebih
lebar cenderung melindungi inti (mengurangi inti pecah), hal ini berdampak pada
meningkatnya losses inti yang terperangkap dalam biji yang tidak terpecah tuntas. Untuk
menjaga kinerja optimal, manajemen pabrik perlu menetapkan standar jarak rotor-plate pada
8–9 mm yang menjamin efisiensi di atas 97% dengan tingkat kerusakan inti yang dapat
diterima. Direkomendasikan agar pengaturan ini diintegrasikan ke dalam SOP, didukung
dengan pemeriksaan rutin keausan komponen, dan pengaktifan kembali nut grading drum
untuk memastikan keseragaman bahan baku dan stabilitas kinerja mesin.
Kata Kunci: Ripple Mill, Efisiensi Pemecahan, Pabrik Kelapa Sawit.

