Integrasi Teori Governance Stoker dengan Pendekatan Sosiologi Politik dalam Menganalisis Efektivitas Kebijakan Desentralisasi di Indonesia
Abstrak
Artikel ini menganalisis integrasi teori governance Stoker dengan pendekatan sosiologi politik dalam mengkaji efektivitas kebijakan desentralisasi di Indonesia. Dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif dan studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa lima proposisi governance Stoker (difusi akuntabilitas, pengaburan batas kelembagaan, pergeseran kekuasaan, penggunaan jaringan mandiri berpemerintahan sendiri, serta kapasitas negara untuk bertindak tanpa memerintah) memberikan kerangka yang relevan untuk menganalisis efektivitas implementasi desentralisasi. Ketika dipadukan dengan pendekatan sosiologi politik yang menekankan budaya politik, modal sosial, dan relasi elite, diperoleh kerangka analisis yang lebih komprehensif. Temuan menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan desentralisasi di Indonesia dipengaruhi secara signifikan oleh dinamika politik lokal, hubungan antarpemerintahan, dan kapasitas birokrasi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kelembagaan di tingkat daerah serta peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

