Ekologi Komunikasi dalam Place branding Desa Malahing Kalimantan Timur
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh transformasi Desa Malahing di Kota Bontang, Kalimantan Timur, sebagai kampung di atas laut yang menghadapi tantangan dalam membangun place branding yang autentik, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal di tengah meningkatnya arus pariwisata. Penelitian bertujuan menganalisis bentuk dan proses ekologi komunikasi antara pemerintah, masyarakat, wisatawan, dan media dalam membangun identitas Desa Malahing serta merumuskan model ekologi komunikasi yang sinergis dalam place branding desa wisata pesisir. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi terhadap para aktor yang terlibat dalam pengembangan desa wisata. Analisis dilakukan secara interpretatif menggunakan perspektif teori sistem sosial Niklas Luhmann dan konsep ekologi komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa place branding Desa Malahing terbentuk melalui interaksi komunikasi yang bersifat dinamis, relasional, dan autopoietik antara subsistem pemerintah, masyarakat, wisatawan, dan media. Namun, proses komunikasi tersebut masih menghadapi disonansi akibat dominasi promosi visual, rendahnya kapasitas masyarakat dalam membangun narasi identitas lokal, serta belum optimalnya sinkronisasi antarpemangku kepentingan. Penelitian ini menghasilkan model ekologi komunikasi berbasis resonansi makna yang menempatkan kearifan lokal, lingkungan, dan partisipasi masyarakat sebagai fondasi utama branding desa wisata. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya penguatan komunikasi partisipatif dan integrasi nilai sosial-ekologis dalam strategi place branding untuk menciptakan identitas destinasi yang autentik, adaptif, dan berkelanjutan.

