ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA BAKU DI KALANGAN SISWA SMA NEGERI 3 MEDAN
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan bahasa Indonesia baku di kalangan siswa kelas XI SMA Negeri 3 Medan, meliputi tingkat pemahaman, frekuensi penggunaan, faktor penghambat, dan upaya peningkatannya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen angket tertutup yang terdiri atas 10 butir pernyataan. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa dari enam kelas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% siswa telah memahami konsep bahasa Indonesia baku, namun hanya 10% yang selalu menggunakannya dalam komunikasi
sehari-hari. Sebanyak 70% siswa lebih sering menggunakan bahasa tidak baku saat berkomunikasi dengan teman. Terdapat kesenjangan nyata antara pemahaman dan praktik berbahasa siswa. Faktor penghambat utama adalah pengaruh lingkungan pertemanan (40%) dan kesulitan memilih kata yang tepat (35%), sedangkan 75% siswa mengakui pengaruh media sosial terhadap kebiasaan berbahasa mereka. Seluruh siswa (100%) menyatakan bahasa baku penting dalam pembelajaran, dan 75% menilai pembiasaan penggunaan bahasa baku di sekolah merupakan upaya paling efektif untuk meningkatkan penggunaannya. Temuan ini mengimplikasikan perlunya kebijakan pembiasaan bahasa baku secara
konsisten di lingkungan sekolah melalui sinergi antara guru, siswa, dan pihak sekolah.
Kata kunci: bahasa Indonesia baku, penggunaan bahasa, siswa SMA, media sosial

