Strategi Komunikasi Pemasaran Assessment Center Polri dalam Meningkatkan Kepercayaan Publik
Abstrak
Assessment Center Polri merupakan instrumen strategis dalam pengelolaan sumber daya manusia berbasis kompetensi yang mendukung sistem rekrutmen, promosi, mutasi, dan pengembangan karier secara objektif. Meskipun demikian, pemahaman masyarakat mengenai fungsi, mekanisme, dan akuntabilitas Assessment Center masih terbatas sehingga diperlukan strategi komunikasi pemasaran yang mampu meningkatkan transparansi sekaligus membangun kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan Assessment Center Polri dalam meningkatkan kepercayaan publik serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada Assessment Center Polri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap asesor, pejabat pengelola Assessment Center, praktisi komunikasi kelembagaan, dan peserta assessment, disertai observasi serta analisis dokumen, publikasi media, dan konten digital resmi Polri. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan melalui teknik triangulasi sumber dan metode untuk menjamin kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran Assessment Center Polri dibangun melalui penerapan Integrated Marketing Communication yang mengintegrasikan komunikasi digital, hubungan masyarakat, publikasi kelembagaan, edukasi publik, serta penyampaian informasi yang transparan mengenai proses dan hasil assessment. Strategi tersebut meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan, memperkuat persepsi objektivitas, serta mendorong tumbuhnya kepercayaan terhadap sistem pengelolaan SDM Polri. Penelitian ini memperkaya kajian komunikasi pemasaran pada organisasi sektor publik dengan menawarkan model komunikasi pemasaran Assessment Center berbasis transparansi, kredibilitas, dan partisipasi publik. Temuan ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan komunikasi kelembagaan Polri serta penelitian selanjutnya mengenai komunikasi pemasaran organisasi publik di era digital.

