Resiliensi Digital Polri: Peran Kepempimpinan Transformasional dalam Mitigasi Ancaman Disrupsi Informasi
Abstrak
Penelitian ini menganalisis urgensi penguatan resiliensi digital Polri melalui kepemimpinan
transformasional dalam menghadapi ancaman disrupsi informasi yang semakin kompleks pada era
digital. Fokus kajian diarahkan pada hubungan antara profesionalisme kelembagaan, kinerja
organisasi, dan kapasitas kepemimpinan digital dalam merespons misinformasi, disinformasi, serta
tekanan terhadap legitimasi dan kepercayaan publik. Kajian ini menggunakan pendekatan
kualitatif deskriptif dengan menelaah literatur, dokumen kebijakan, dan data internal organisasi
untuk mengidentifikasi kondisi empirik serta tantangan strategis yang dihadapi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kepemimpinan digital Polri pada dimensi leverages technology, encourages
collaboration, dan drives innovation belum berjalan optimal, sehingga belum sepenuhnya
menopang peningkatan kinerja organisasi dan penguatan resiliensi digital. Di sisi lain, organisasi
memiliki peluang eksternal berupa perkembangan teknologi informasi, transformasi pelayanan
digital, serta tuntutan akuntabilitas kinerja, tetapi juga menghadapi ancaman berupa serangan siber,
disrupsi informasi, ketergantungan teknologi, dan meningkatnya sikap kritis masyarakat.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa resiliensi digital Polri tidak hanya ditentukan oleh
ketersediaan teknologi, melainkan terutama oleh kepemimpinan transformasional yang mampu
mengintegrasikan pemanfaatan teknologi, penguatan kolaborasi, dan dorongan inovasi ke dalam
tata kelola organisasi secara berkelanjutan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas digital personel
dan pimpinan, penguatan sistem manajemen kinerja, serta internalisasi budaya organisasi yang
adaptif menjadi langkah strategis untuk memperkuat profesionalisme Polri di tengah ancaman
disrupsi informasi.

