Stress Kerja Terhadap Keseimbangan Kehidupan Dan Pekerjaan (Work-Life Balance): Studi Pada Karyawan Milenial di Jakarta

  • Aji Kresno Murti Politeknik APP Jakarta
  • Annisa Retno Utami Universitas Sahid, Jakarta

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab stres kerja, dampaknya terhadap keseimbangan kehidupan-kerja, serta strategi penanganan yang digunakan karyawan milenial di Jakarta. Penelitian menggunakan desain kualitatif eksploratif dengan dukungan pemetaan literatur terhadap 35 artikel Scopus periode 2019-2024. Data utama diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap sembilan karyawan perusahaan swasta yang dipilih secara purposive dan dianalisis menggunakan ATLAS.ti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja terutama dipicu oleh beban kerja berlebih, target dan tenggat waktu yang ketat, multitasking, gangguan teknologi di luar jam kerja, serta konflik antara tanggung jawab profesional dan pribadi. Kondisi tersebut membatasi waktu pemulihan, memengaruhi kesehatan mental dan fisik, menurunkan motivasi serta produktivitas, dan mengurangi kebahagiaan hidup. Partisipan merespons tekanan melalui pengelolaan waktu, pembatasan notifikasi, aktivitas relaksasi, komunikasi dengan atasan, fleksibilitas kerja, dan dukungan sosial. Temuan menegaskan bahwa work-life balance bukan semata-mata hasil kemampuan individual, tetapi juga dipengaruhi desain kerja, kualitas dukungan supervisor, dan konsistensi kebijakan organisasi. Implikasi penelitian mengarah pada perlunya integrasi fleksibilitas kerja, batas komunikasi digital, layanan kesehatan mental, distribusi beban yang adil, dan pengembangan kompetensi supervisor dalam kebijakan manajemen sumber daya manusia.

Diterbitkan
2026-07-18