Menuju Keberlanjutan Finansial UMKM, Peran Akuntansi Hijau dan Kesadaran Lingkungan Terhadap Kinerja Keuangan UMKM di Desa Cimanggung Kabupaten Sumedang
Abstrak
Pesatnya pertumbuhan aktivitas ekonomi global telah mendorong peningkatan pencemaran lingkungan dan eksploitasi sumber daya alam, sehingga memunculkan kebutuhan akan praktik bisnis berkelanjutan melalui penerapan akuntansi hijau sebagai instrumen pencatatan biaya dan dampak lingkungan secara sistematis. Di Indonesia, UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional termasuk di Desa Cimanggung Kabupaten Sumedang, telah menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui berbagai praktik ramah lingkungan, namun belum diikuti dengan pencatatan biaya lingkungan yang terstruktur, sehingga menimbulkan fenomena green behavior tanpa green accounting. Di sisi lain, penelitian terdahulu mengenai pengaruh akuntansi hijau dan kesadaran lingkungan terhadap kinerja keuangan masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten dan belum banyak diuji pada konteks UMKM di kawasan agraris-perdesaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 96 pelaku UMKM, melalui kuesioner skala Likert lima poin yang diolah menggunakan uji asumsi klasik dan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan Akuntansi Hijau dan Kesadaran Lingkungan berada pada kategori cukup baik, sedangkan Kinerja Keuangan UMKM berada pada kategori baik. Hasil uji parsial membuktikan bahwa Penerapan Akuntansi Hijau dan Kesadaran Lingkungan masing-masing berpengaruh positif dan signifikan, dengan Kesadaran Lingkungan menunjukkan pengaruh lebih dominan. Hasil uji simultan turut mengonfirmasi bahwa kedua variabel secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan UMKM. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi akuntansi hijau dan kesadaran lingkungan merupakan strategi penting untuk mendukung keberlanjutan finansial UMKM di kawasan perdesaan.

