Imitasi Perilaku Pada Adegan Drama Korea Untuk Pembentukan Perilaku Masyarakat
Abstrak
Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan proses imitasi perilaku karena meningkatnya intensitas menonton drama Korea pada masyarakat kita. Drama Korea (Drakor) diakui sebagai tontonan yang sangat menghibur sehingga mampu menarik minat menonton secara signifikan. Apakah menonton melalui program televisi, OTT, atau media sosial seperti Youtube. Drakor mampu memenuhi kebutuhan Masyarakat yang menginginkan tontonan yang menghibur namun juga berkualitas dari segi konten dan juga aktor berpenampilan terbaik. Baik genre maupun cerita-nya yang mampu menggugah pikiran dan emosi. Drakor dianggap sebagai sinema yang paling mendekati realitas kehidupan sehari-hari, sehingga banyak adegan-adegan yang bisa dijadikan contoh perilaku serta perlu untuk diimitasi sebagai pembentukan perilaku baru. Dengan adanya trend yang meluas setelah menonton drakor, menimbulkan pertanyaan apakah drakor telah benar-benar berperan dalam pembentukan perilaku masyarakat saat ini. Berdasarkan pemikiran bahwa film atau tontonan dapat mempengaruhi perilaku masyarakat, dimana proses imitasi dapat terjadi setelah tahap observasional ketika menonton drakor secara intens. Dengan menerapkan metode analisis Miles dan Huberman hasil penelitian menunjukan bahwa tidak semua informan mau dan termotivasi untuk melakukan imitasi perilaku kebiasaan sehari-hari walaupun tahu itu hal yang positif. Maka disimpulkan pembentukan perilaku melalui imitasi adegan dalam drakor, tidak sepenuhnya berhasil, yang muncul hanyalah trend baru dimasyarakat, seperti trend fashion, food and beverages atau trend bahasa

