Analisis Sentimen dan Tema Komentator YouTube terhadap Pembentukan Universitas Republik Indonesia
Abstrak
Pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI) pada 2026 memunculkan diskursus digital mengenai urgensi institusi baru, penggunaan anggaran publik, akses pendidikan, tata kelola, dan penyiapan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi distribusi sentimen, memetakan tema substantif, dan membandingkan pola sentimen pada dua korpus komentar YouTube mengenai URI. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan analisis isi berbasis teks dan pengodean sentimen kontekstual berorientasi target. Dataset awal berjumlah 579 komentar, terdiri atas 330 komentar pada Korpus A dan 249 komentar pada Korpus B. Audit data menemukan 37 komentar spam/off-topic pada Korpus B sehingga korpus akhir berjumlah 542 komentar. Klasifikasi sentimen mempertimbangkan arah evaluasi terhadap URI, pertanyaan retoris, negasi, bahasa informal, ironi, sarkasme, dan ambivalensi. Analisis tema dilakukan secara multi-label melalui keyword-assisted contextual coding. Hasil menunjukkan 477 komentar (88,0%) berkategori negatif, 19 (3,5%) positif, dan 46 (8,5%) netral/ambivalen. Sentimen negatif mencapai 89,1% pada Korpus A dan 86,3% pada Korpus B. Uji chi-square tidak menunjukkan asosiasi signifikan antara sumber korpus dan kategori sentimen, χ²(2)=1,62; p=0,445; Cramér’s V=0,055. Tema dominan adalah korupsi dan beban fiskal (39,9%), redundansi kelembagaan (16,1%), prioritas pendidikan dan lapangan kerja (11,6%), elitisme dan patronase (11,4%), serta militerisasi/sentralisasi kekuasaan (5,7%). Temuan menunjukkan bahwa resistensi dalam korpus terutama berkaitan dengan kepercayaan terhadap tata kelola, prioritas sumber daya publik, diferensiasi kelembagaan, dan keadilan akses. Karena komentar YouTube merupakan partisipasi self-selected, hasil tidak dapat digeneralisasikan sebagai opini masyarakat Indonesia.

