Potensi Bioaktif Kelapa (Cocos nucifera L.) untuk Pangan Fungsional dan Pemberdayaan Masyarakat: Literature Review
Abstrak
Kelapa (Cocos nucifera L.) berpotensi dikembangkan sebagai sumber pangan fungsional sekaligus instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama di sentra produksi seperti Sulawesi Utara yang rantai nilainya masih didominasi petani kecil. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti ilmiah mengenai komponen bioaktif, aktivitas biologis, potensi pangan fungsional, dan peluang pemberdayaan masyarakat berbasis kelapa melalui literature review deskriptif-kualitatif terhadap 50 artikel final (dari 75 artikel awal) yang ditelusuri pada Google Scholar, Scopus, MDPI, dan SINTA periode 2016–2026. Sebanyak 80% artikel terbit pada 2022–2026, menunjukkan meningkatnya perhatian ilmiah. Potensi bioaktif terkonsentrasi pada air kelapa (44%), daging/santan dan minyak/VCO (masing-masing 24%), dengan 62% artikel melaporkan senyawa spesifik seperti fenolik, asam laurat, monolaurin, dan peptida bioaktif. Aktivitas antioksidan paling dominan, sedangkan antihipertensi memiliki bukti translasi terkuat karena didukung penelitian pada manusia; antidiabetes, antiinflamasi, dan antikanker masih bersifat praklinis. Meskipun 80% artikel menampilkan aplikasi produk, hanya 14% mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat—didominasi pelatihan VCO tanpa data dampak ekonomi—sehingga diperlukan pendekatan whole coconut valorization yang memadukan standardisasi, validasi klinis, dan evaluasi dampak ekonomi.

