Penerapan Metode K-Means pada Pengelompokan Persebaran Kasus Diabetes Mellitus di Kecamatan Kersana
Abstrak
Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memerlukan perhatian dalam upaya pencegahan dan pengendalian kesehatan masyarakat. Persebaran kasus pada setiap desa memiliki tingkat yang berbeda sehingga diperlukan metode analisis untuk mengidentifikasi kelompok wilayah berdasarkan tingkat kasus. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode K-Means Clustering untuk mengelompokkan persebaran kasus Diabetes Mellitus pada 13 desa di Kecamatan Kersana. Data penelitian terdiri atas 365 kasus, yaitu 82 kasus laki-laki dan 283 kasus perempuan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan jumlah kasus Diabetes Mellitus sebagai variabel utama clustering, sedangkan data jenis kelamin digunakan sebagai informasi pendukung. Pengelompokan dilakukan menjadi tiga cluster, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Hasil pengelompokan menunjukkan bahwa cluster rendah terdiri atas 9 desa dengan rata-rata 15,33 kasus, cluster sedang terdiri atas 2 desa dengan rata-rata 36 kasus, dan cluster tinggi terdiri atas 2 desa dengan rata-rata 77,50 kasus. Desa Limbangan dan Kradenan termasuk cluster tinggi, Cikandang dan Kersana termasuk cluster sedang, sedangkan Cigedog, Kubangpari, Ciampel, Jagapura, Sutamaja, Kemukten, Sindangjaya, Pande, dan Keramatsampang termasuk cluster rendah. Evaluasi menggunakan Silhouette Score menghasilkan nilai 0,690 yang menunjukkan struktur cluster cukup baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa K-Means dapat membantu mengidentifikasi kelompok wilayah berdasarkan tingkat kasus Diabetes Mellitus sebagai informasi pendukung dalam menentukan prioritas pemantauan dan perencanaan program kesehatan.

