Identifikasi Permasalahan Banjir Dalam Penanggulangan Di RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar Kota Administrasi Jakarta Timur
Abstract
RW04 Kelurahan CipinangMelayu berada padaDAS Sunter memiliki luas 18,38 Ha dengan jumlah penduduk Tahun 2004 sebesar 2.557 jiwa, wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 139 jiwa/km². Penggunaan lahan didominasi oleh permukiman 6,08 Ha, sarana pelayan umum 3,20 Ha, badan jalan2,45 Ha, jalur hijau 2,45 Ha, perdagangan jasa 2,25 Ha, badan air 1,43 Ha, taman RW 0,49 Ha, pemakaman 0,11 Ha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab dampak bencana banjir yang terjadi setiap tahun di RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, sehingga dapat diketahui rencana lanjutan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Berdasarkan hasil analisis banjir yang terjadi di RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu bukan disebabkan oleh adanya alih fungsi lahan atau ketidaksesuaian pemanfaatan ruang, tetapi diakibatkan oleh faktor alam wilayah, faktor manusia dan kurangnya sarana pengendali banjir. Dampak yang ditimbulkan oleh banjir adalah masalah kesehatan, ekonomi, kelumpuhan aktifitas masyarakat, lingkungan, kesulitan air bersih dan kerusakan inprastruktur.
Arahan penanganan pemanfaatan ruang kawasan rawan banjir dapat dilakukan berdasarkan PeraturanGubernurNomor 31 Tahun 2022 dalampasal 123 tentangMitigasiKawasan Rawan Banjir, Rencana Jaringan Sumber Daya Air dan Rencana Jaringan Drainase yang dapat dilakukan dengan metode struktural berupa pembangunan tanggul danbendungan, pembangunan saluran pengalihan, bangunan pintu air dan pompa air, bangunan peresapan, dan pemeliharaan. Selain itu, mitigasi bencana banjir non struktural berupa penyuluhan, pengaturan tata ruang, pengelolaan air terpadu, dan sistem peringatan dini.

