Analisis Jumlah Kebutuhan Uap Pada Perebusan Kelapa Sawit Sistem Tiga Puncak (Triple Peak ) Sterilizer Kapasitas 25 Ton/ Unit di PT. Perkebunan Nusantara IV PKS Bah Jambi
Abstrak
Perebusan tandan buah segar (TBS) merupakan proses penting dalam pengolahan kelapa sawit yang bertujuan menghentikan aktivitas enzim lipase, mempermudah proses pemipilan, serta meningkatkan efisiensi ekstraksi minyak. Salah satu sistem perebusan yang banyak digunakan di pabrik kelapa sawit adalah sistem tiga puncak (triple peak) pada sterilizer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan uap pada proses perebusan kelapa sawit menggunakan sistem triple peak sterilizer berkapasitas 25 ton/unit di PT. Perkebunan Nusantara IV PKS Bah Jambi. Metode penelitian dilakukan melalui perhitungan kebutuhan energi panas berdasarkan kapasitas TBS yang diolah, kondisi operasi sterilizer, serta analisis ketersediaan energi dari bahan bakar fiber sebagai sumber pembangkit uap. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan uap pada stasiun sterilizer sebesar 2.326.500.000 Kg.°C/25 ton TBS. Untuk memenuhi kebutuhan uap sebesar itu, diperlukan kebutuhan uap pada setiap puncak nya, pada puncak pertama diperlukan kebutuhan sebesar 5.310.000 Kkal/Jam.°C/25 ton TBS, puncak kedua dibutuhkan sebesar 5.310.000 Kkal/Jam.°C/25 ton TBS dan puncak ketiga dibutuhkan sebesar 7.080.000 Kkal/Jam.°C /25 ton TBS. Pada panas laten diperlukan sebesar 2.310.000.000 Kg.°C. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengendalian kebutuhan energi dan peningkatan efisiensi operasional di pabrik kelapa sawit

