Perancangan Sistem Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis Mesin Incinerator Skala Desa dengan Teknologi Hydoburner dan Wet Scrubber Melalui Pendekatan Ergonomi dan Antropometri di Desa Cidadap
Abstrak
Permasalahan sampah di Desa Cidadap, Kecamatan Campaka, telah mencapai kondisi kritis
akibat tidak adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang memadai, sehingga memaksa warga
melakukan pembakaran terbuka (open burning) yang berdampak buruk bagi kesehatan dan
lingkungan. Penelitian ini bertujuan merancang sistem insinerator skala desa yang terintegrasi
dengan pendekatan ergonomi dan antropometri guna mencegah risiko Musculoskeletal Disorders
(MSDs) pada operator. Sistem yang dirancang menggabungkan tiga inovasi utama: teknologi
hydroburner berbahan bakar oli bekas untuk mencapai suhu pembakaran 600-800°C, unit filtrasi
wet scrubber bermedia serabut kelapa untuk menangkap polutan asap, serta mekanisme
pemanfaatan panas sisa di ruang bakar kedua untuk melebur limbah plastik menjadi paving block.
Data antropometri dari 5 operator diolah melalui uji normalitas, uji keseragaman, uji kecukupan
data, dan perhitungan persentil. Hasil perancangan menunjukkan bahwa alat ini mampu mereduksi
177,2 kg sampah per hari dan memproduksi 36 buah paving block per hari. Tinggi pintu pengisian
ditetapkan 95 cm berdasarkan persentil ke-50 Tinggi Siku Berdiri (TSB), serta jangkauan tuas
operasional ditetapkan 60 cm berdasarkan persentil ke-5 Jangkauan Tangan Depan (JTD), sehingga
operator dapat bekerja dengan postur netral dan aman dari risiko Low Back Pain.

