Analisis Repetitive Reject Komponen Pesawat pada Divisi Detail Part Manufacturing melalui Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) di PT. Dirgantara Indonesia

  • Raihan Nabil Ridwan Universitas Suryakancana, Cianjur
  • Ali Subhan Universitas Suryakancana, Cianjur

Abstrak

Repetitive reject pada proses TIG Welding di Divisi Detail Part Manufacturing PT
Dirgantara Indonesia masih menjadi isu kualitas yang signifikan dan berpengaruh terhadap
keandalan komponen pesawat. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi sumber
utama reject dan mengevaluasi tingkat risikonya melalui penerapan metode Failure Mode
and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Data periode 2020-2025
menunjukkan bahwa porosity merupakan jenis reject paling dominan. Analisis penyebab
melalui Fishbone Diagram mengindikasikan bahwa faktor lingkungan khususnya kondisi
suhu dan kelembaban yang tidak stabil memberikan kontribusi paling signifikan terhadap
munculnya reject porosity. Hasil FMEA menunjukkan beberapa mode kegagalan dengan
nilai RPN tinggi, terutama yang berkaitan dengan suhu dan kelembaban yang tidak
terkontrol pada area workcenter TIG Welding. Analisis FTA kemudian menegaskan bahwa
kondisi suhu dan kelembaban yang tidak stabil dan tidak terkelola merupakan akar
penyebab utamanya.

Diterbitkan
2026-07-10