Hubungan Kadar Gula Darah Dan Keton Urin Pada Penderita Diabetes Melitus Dengan Terapi Obat Anti Diabetik Oral Di Puskesmas Pasundan Samarinda

  • Heny Wahyuningsih Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Rifqoh Rifqoh Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Maulida Julia Saputri Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Abstrak

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Pada penderita DM tipe 2 dengan kadar gula darah puasa (GDP) yang tidak terkontrol, terjadi peningkatan pemecahan lemak (lipolisis) yang berpotensi memicu pembentukan benda keton dan komplikasi Ketoasidosis Diabetik (KAD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar gula darah puasa dan keton urin pada penderita Diabetes Melitus yang menjalani terapi Obat Anti Diabetik (OAD) Oral di Puskesmas Pasundan Samarinda. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 responden penderita DM yang diambil secara accidental sampling pada Februari 2025. Pemeriksaan gula darah puasa dilakukan menggunakan metode enzimatik GOD-PAP (photometer) dan pemeriksaan keton urin menggunakan metode carik celup (urinalizer). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki kadar GDP tidak normal (≥126 mg/dL) sebanyak 38 responden (95,0%) dan kadar keton urin negatif sebanyak 36 responden (90,0%), sedangkan keton positif 1 (+) sebanyak 3 responden (7,5%) dan positif 2 (++) sebanyak 1 responden (2,5%). Hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p = 0,736 (p > 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara kadar gula darah puasa dan keton urin pada penderita DM dengan terapi OAD oral. Hal ini disebabkan oleh masih adanya cadangan glikogen hepatik serta efektivitas terapi OAD oral yang menekan lipolisis berlebihan pada penderita DM tipe 2 rawat jalan

Diterbitkan
2026-03-31