Implementasi Kegagalan Komunikasi dalam Kontroversi Film Merah Putih One For All
Abstrak
Komunikasi memiliki peran vital dalam kehidupan manusia karena tidak hanya menyampaikan pesan,
tetapi juga membangun pemahaman, kepercayaan, dan interaksi sosial. Ketika komunikasi gagal, hal tersebut
dapat menimbulkan kesalahpahaman, konflik, hingga kontroversi, sebagaimana terjadi pada film Merah Putih
One For All. Kontroversi ini muncul akibat perbedaan interpretasi antara pesan yang ingin disampaikan
produser dengan persepsi publik, khususnya terkait kualitas animasi, penggunaan simbol, dan alur cerita.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis media untuk mengkaji implementasi
kegagalan komunikasi yang terjadi. Data dikumpulkan melalui pengamatan terhadap film, pernyataan produser,
artikel berita, hingga komentar publik di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan
komunikasi dalam film ini muncul dari beberapa aspek, antara lain kualitas animasi yang dianggap kaku dan di
bawah standar, penggunaan simbol senjata AK-47 yang ditafsirkan negatif oleh publik, serta respons produser
yang cenderung defensif. Selain itu, kritik dari publik dan tokoh perfilman semakin memperkuat persepsi
negatif. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan gaya komunikasi yang tepat dan transparan dalam
penyampaian pesan melalui media massa agar karya seni dapat diterima secara positif dan tidak menimbulkan
polemik.
Communication plays a vital role in human life, not only as a means of delivering messages but also in
building understanding, trust, and social interaction. When communication fails, it may lead to
misunderstanding, conflict, and even controversy, as seen in the case of the film Merah Putih One For All.
The controversy emerged from differences in interpretation between the producer’s intended message and the
public’s perception, particularly regarding the quality of animation, the use of symbols, and the storyline. This
study employs a qualitative method with media analysis techniques to examine the implementation of
communication failures in this controversy. Data were collected through observations of the film, producer
statements, news articles, and public comments on social media. The findings reveal that communication failure
stemmed from several aspects, including animation quality perceived as rigid and below standard, the use of an
AK-47 symbol interpreted negatively by the audience, and the producer’s defensive responses. Moreover,
criticism from the public and film experts further strengthened the negative perception. These findings highlight
the importance of choosing appropriate and transparent communication styles in conveying messages through
mass media so that artistic works can be positively received rather than sparking polemics


