Interpretasi Gaya Kepemimpinan Otoriter Tokoh Cruella dan Kaitannya dengan Loyalitas Tim
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan gaya kepemimpinan otoriter yang
ditampilkan oleh tokoh Cruella dalam film Cruella (2021) serta menganalisis kaitannya
dengan loyalitas tim yang terdiri atas Jasper dan Horace. Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, di mana data diperoleh melalui
dokumentasi adegan dan dialog film yang berkaitan dengan pola kepemimpinan dan
respons anggota tim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cruella sejak awal
menampilkan kepemimpinan yang bersifat otoriter, ditandai dengan dominasi penuh dalam
pengambilan keputusan serta instruksi sepihak. Namun, seiring berjalannya waktu, gaya
kepemimpinan yang semakin menekan memunculkan kejengkelan, hingga penurunan
loyalitas dari Jasper dan Horace. Meskipun demikian, film juga memperlihatkan bahwa
loyalitas dapat dipulihkan ketika pemimpin menunjukkan refleksi diri. Temuan ini
menegaskan bahwa kepemimpinan otoriter mampu menciptakan kepatuhan jangka pendek,
tetapi berisiko besar meruntuhkan loyalitas jangka panjang jika tidak diimbangi dengan
komunikasi yang sehat. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami dinamika
hubungan antara gaya kepemimpinan dan loyalitas tim, baik dalam konteks representasi
fiksi maupun dalam pembelajaran kepemimpinan di dunia nyata.
This study aims to interpret the authoritarian leadership style portrayed by the character Cruella in
the film Cruella (2021) and to analyze its relation to the loyalty of the team consisting of Jasper
and Horace. The study uses a qualitative approach with a descriptive analysis method, in which
data were obtained through documentation of film scenes and dialogues related to leadership
patterns and team members’ responses. The results show that from the beginning Cruella displayed
an authoritarian style of leadership, characterized by full dominance in decision-making. However,
as time went on, the increasingly repressive leadership style gave rise to frustration, and even
decline in loyalty from Jasper and Horace. Nevertheless, the film also shows that loyalty can be
restored when a leader demonstrates self-reflection. These findings affirm that authoritarian
leadership can create short-term compliance but carries a great risk of undermining long-term
loyalty if it is not balanced with healthy communication. This study contributes to the
understanding of the dynamics of the relationship between leadership style and team loyalty, both
in the context of fictional representation and in leadership learning in real-world settings.


