Pengembangan Nama Chocolate Berbasis Ubi Jalar Madu, Bebas Gluten sebagai alternatif Makanan Fungsional

  • Angelica Lovelin Harnoko Universitas Pradita, Tangerang, Indonesia
  • Kezia Elsty Universitas Pradita, Tangerang, Indonesia
  • Muhamad Dama Abitzar Universitas Pradita, Tangerang, Indonesia

Abstrak

Perkembangan dalam produk kembang gula fungsional telah dirangsang oleh
meningkatnya permintaan akan diet berbasis tumbuhan, bebas susu, dan bebas gluten.
Karena ketergantungannya pada produk susu secara tradisional, cokelat Nama, makanan
cokelat mewah yang terkenal dengan rasa kaya dan teksturnya yang lembut, tidak semudah
itu diakses oleh orang-orang dengan pembatasan diet. Studi ini menggunakan ubi jalar
madu (Ipomoea batatas L.) sebagai bahan fungsional dan pengganti produk susu untuk
membuat cokelat Nama artisan nabati, bebas gluten, dan bebas susu. Produk ini
dikembangkan dan dioptimalkan melalui beberapa uji coba menggunakan metodologi
deskriptif kuantitatif dan eksperimental, dengan penekanan pada rasio bahan, teknik
pengolahan, kualitas sensorik, dan nilai gizi. Ubi jalar madu diolah melalui metode
panggang untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap tekstur dan rasa, dikombinasikan
dengan campuran kuvertur cokelat hitam vegan dan pemanis alami. Uji buta yang
mengukur aroma, warna, tekstur, rasa, dan penerimaan umum digunakan untuk
mengevaluasi indra pada 30 orang. Selain menawarkan manfaat nutrisi tambahan termasuk
serat makanan, kalium, dan tidak adanya kolesterol, resep akhir menghasilkan tekstur
lembut yang meleleh di mulut dengan rasa manis sedang dan penerimaan sensorik yang
baik. Menurut temuan, ubi jalar madu memiliki banyak potensi sebagai komponen yang
bermanfaat dalam manisan kelas atas, mendorong inovasi makanan berkelanjutan dan
kebutuhan diet inklusif. Penelitian ini memajukan penciptaan pengganti cokelat artisanal
yang lebih sehat dan lebih sesuai dengan gaya hidup dan tren kesehatan kontemporer.

Diterbitkan
2026-06-30