Peran dan Tantangan Digital Policing dalam Penanggulangan Dinamika Kejahatan Kontemporer
Abstrak
Perkembangan kejahatan kontemporer menuntut Polri untuk mengadopsi pendekatan pemolisian
yang lebih adaptif, responsif, dan berbasis teknologi. Artikel ini bertujuan menganalisis peran dan
tantangan digital policing dalam penanggulangan dinamika kejahatan kontemporer, khususnya
pada konteks Polres Metro Jakarta Pusat. Fokus kajian diarahkan pada tiga dimensi utama, yaitu
kemampuan kepemimpinan dalam menginspirasi anggota, pemanfaatan teknologi dalam
pelaksanaan tugas, dan penguatan kolaborasi internal maupun eksternal. Hasil kajian menunjukkan
bahwa digital policing memiliki posisi strategis dalam mendukung transformasi operasional Polri,
terutama dalam meningkatkan efektivitas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kendala utama ditemukan pada belum meratanya kapasitas kepemimpinan digital, belum
maksimalnya integrasi teknologi dalam tugas operasional, serta masih terbatasnya kolaborasi lintas
fungsi dengan para pemangku kepentingan. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya
kualitas pelayanan dan kinerja harkamtibmas di tingkat kewilayahan. Oleh karena itu,
implementasi digital policing perlu diarahkan pada pengembangan kepemimpinan digital,
peningkatan kompetensi teknologi personel, optimalisasi pemanfaatan sistem informasi
kepolisian, serta pembangunan pola kolaborasi yang adaptif tanpa mengabaikan human touch
dalam pelayanan kepolisian. Dengan penguatan tersebut, digital policing berpotensi menjadi
instrumen strategis dalam menghadapi dinamika kejahatan kontemporer secara lebih efektif dan
berkelanjutan

